Takeda Shingen dilahirkan sebagai putra sah pewaris klan Takeda secara sah. Setelah berhasil menaklukkan provinsi Shimano, Takeda Shingen terus memperluas wilayah kekuasaan hingga mencakup provinsi Kai, Shinano, Suruga, Kōzuke, Tōtōmi, berikut sebagian wilayah Mikawa dan Mino. Takeda Shingen dikabarkan meninggal karena sakit di tengah perjalanan untuk menaklukkan Kyoto.
Dalam pertempuran, Takeda Shingen yang dijuluki "Harimau dari Kai" mengibarkan bendera perang yang disebut Fūrinkazan (風林火山, angin, rimba, api, gunung). Pasukan berkuda yang dipimpin Takeda Shingen merupakan pasukan kavaleri terkuat di zaman Sengoku. Pada zaman Taishō, Shingen secara anumerta menerima jabatan Jusan-i yang berkedudukan tiga tingkat di bawah jabatan perdana menteri.
Furinkazan
Maksud strategi perang ini adalah:
- Secepat angin: Saat melakukan pergerakan, pasukannya bergerak secepat angin.
- Setenang hutan: Saat mereka tinggal di suatu tempat, maka mereka akan menyembunyikan keberadaan setenang hutan.
- Seganas api: Saat menyerang, pasukannya akan mengganas bak api yang membara.
- Sekokoh gunung: Saat mereka mendapat serangan, maka mereka akan bertahan sekokoh gunung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar